Sabtu, 02 Februari 2013

Materi Agama Islam Kelas 9 Smpn 5 Lumajang ( Surah Al - Insyiah )

Surat Al Insyirah Ayat 1-8 
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿۱﴾ وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ ﴿۲﴾ الَّذِيْ أَنْقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣﴾ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿٤﴾ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٦﴾ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ﴿٧﴾ وَإِلىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ ﴿٨﴾
Terjemah Surat Al Insyirah ayat 1-8
1.        Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
2.        Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
3.        yang memberatkan punggungmu?
4.        Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.
5.        Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6.        sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7.        Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
8.        dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”

Surah ini berkaitan erat dengan surah sebelumnya, yakni Surah al-Dhuha. Surah ini ditujukan kepada Nabi dan diperluas kepada semua orang yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Berikut ini akan dijelaskan pokok-pokok isi dari surat Al Insyirah.

Bukankah Kami telah melapangkan dadamu untukmu?
Syaraha berarti 'membukakan, menyingkapkan, menjelaskan, menerangkan atau menampakkan,' dan 'melapangkan'. Syaraha juga berarti 'memotong'. Dalam dunia bedah, kata tasyrih berarti pemotongan.  Dalam ayat ini syaraha dimaknai ebagai melapangkan.
Meskipun ayat ini ditujukan kepada Nabi, namun ia berlaku kepada semua orang. Beban kebodohan digantikan dengan beban kenabian, tapi beban tersebut menjadi ringan karena berbagai rahasia alam semesta telah diungkapkan kepadanya.

Dan mengangkat bebanmu dari (pundak)mu,
Wazara, akar dari wizr (beban, muatan berat), adalah 'memikul atau menanggung (suatu beban)'. Dari kata tersebut muncul kata wazir artinya 'menteri, wakil, konselor', yakni, seseorang yang membantu penguasa atau raja untuk memikul beban negara. Maksud ayat ini adalah bahwa kita dibebaskan dari tanggung jawab apa pun selain daripada sebagai hamba Pencipta kita. Jika kita sungguh-sungguh memahami penghambaan, maka kita tidak lagi terbebani seperti sebelumnya tapi kita malah hanya melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban kepada Allah, tanpa menambah beban lagi kepada diri kita.

Yang telah memberatkan unggungmu?
Jika kita selalu ingat akan Allah, sadar bahwa pada suatu saat napas kita bisa berhenti, dan bahwa kita akan segera kembali menjadi debu, maka kita pun akan sadar bahwa yang dapat kita lakukan saat ini hanyalah mengabdi kepada-Nya dan berusaha berbuat sebaik-baiknya. Tidak ada yang harus kita lakukan selain dari itu. Secara tidak sengaja mungkin kita telah mengundang kesulitan di dunia ini, namun kesulitan dunia ini tetap akan datang dan menemukan kita.

Dan meninggikan untukmu sebutan kamu?
Ini berkenaan dengan zikir lahiriah Nabi. Kita tidak bisa melakukan zikir lahiriah yang lebih tinggi dari Nama Allah. Zikir batiniah Nabi merupakan kesadaran beliau yang tak henti-henti, berkesinambungan, dan tidak terputus terhadap Penciptanya. Zikir Nabi terhadap Penciptanya memiliki kedudukan paling tinggi karena di antara ciptaan Allah beliaulah yang paling dekat kepada-Nya.
Ketika Nabi berzikir, zikimya diangkat lebih tinggi sehingga zikir Nabi berada di urutan paling tinggi; kehidupannya sendiri merupakan zikrullah.

Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan,
Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.
Dua ayat ini memberikan penjelasan khusus mengenai permasalahan hidup / kesulitan, yakni 'bersama kesulitan ada kemudahan', yang menunjukkan bahwa hanya ada satu kesulitan. Ini berarti bahwa pada setiap kesulitan ada dua kemudahan atau solusi. Solusi pertama adalah bahwa kesulitan akan berlalu: ia tidak bisa berlalu dengan sendirinya, tapi akhirnya ia akan berlalu karena lambat laun kita pergi darinya melalui kematian. Solusi kedua adalah bagi pencari sejati; solusinya terletak dalam pengetahuan tentang proses awal terjadinya kesulitan kemudian melihat kesempumaan di dalamnya.
Maka jika engkau sudah bebas, tetaplah tabah bekerja keras!
Makna syari’ (lahiriah) dari ayat ini adalah bahwa begitu kita selesai berurusan dengan dunia dan dengan segala tanggung jawab kita di dalamnya, hendaknya kita bersiap-siap untuk mencari pengetahuan langsung tentang Realitas Ilahi. Menurut penafsiran golongan ahl al-Bayt tentang ayat ini, bila kita selesai menunaikan salat-salat formal kita, maka hendaknya kita melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni begadang sepanjang malam melaksanakan salat lagi, zikir dan belajar. Bila kita sudah menyelesaikan segala kewajiban kita terhadap penciptaan dan terhadap Pencipta kita, maka hendaknya kita berbuat lebih, dan mencurahkan diri kita sepenuhnya. Perjuangan dan upaya batin ini adalah makna harfiah dari kata jihad, yang hanya dalam peristiwa tertentu saja menjadi 'perang suci'.

Dan jadikanlah Tuhanmu sebagai tujuan [kerinduan] engkau semata!
Ketika kita mempraktikkan hasrat keingintahuan kita, bila kita menginginkan pengetahuan, maka kita akan menjadi pengetahuan, persis sebagaimana kita mempraktikkan kemarahan, maka kita pun akan menjadi kemarahan. Begitu kita meletakkan dasar-dasar yang perlu untuk menunaikan segala kewajiban kita, maka kita pun sah untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan kita. Bagaimana pun, menunaikan kewajiban kita terlebih dahulu adalah penting, karena, kalau tidak kita akan melaksanakan keinginan untuk melarikan dir
1.       Menghafal Surat Al Insyirah ayat 1-8
Bila kamu sudah lancar membaca, cobalah berlatih menghafalkannya. Agar lebih mudah dalam menghafal, hafalkan ayat demi ayat. Setelah hafal, cobalah beruang-ulang untuk melancarkannya. Agar hafalanmu tidak hilang, bacalah surat Al Insyirah ini saat shalat, baik ketika shalat berjamaah maupun munfarid / sendirian.
2.       Menyalin Surat Al Insyirah ayat 1-8
Salinlah surat Al Insyirah ayat 1-8 pada buku tulis kamu dengan baik dan benar, perhatikan tata cara mmenyambung huruf demi huruf, kalimat demi kalimat, serta perhatikan harakatnya. Agar salinan Al Qur’an yang kamu tulis benar, maka perhatikan ketentuan-ketentuan beikut :
ö  Tulisan harus sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Al Qur’an.
ö  Tata cara menulis Arab adalah dari arah dari kanan ke kiri.
ö  Jangan memutus kata di akhir baris.
ö  Setelah lancar dalam menyalin dengan cara melihat Al Qur’an, cobalah lakukan dengan cara menulis imla’ (salah seorang temanmu membacakan/mendikte, sedangkan kamu menulis). Hal demikian dapat dilakukan secara bergantian.
ö  Jika menemui kesulitan segera bertanya kepada gurumu, agar tidak mengalami kesalahan yang berkelanjutan.
ö  Perbanyaklah untuk berlatih menulis Al Qur’an !
 
Rangkuman 
 
Manusia memang ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang sarat dengan kebutuhan. Mulai darikebutuhan akan rasa aman, kebutuhan makan, minum, dicintai, dihargai, dan sebagainya. Ketika keinginan atau kebutuhannya tidak terpenuhi, maka timbul masalah di dalam dirinya. Pernahkah kamu mempunyai masalah? Ya, setiap orang yang hidup di dunia tentu akan dihadapkan pada masalah, baik itu masalah besar maupun kecil. Mulai dari masalah yang sederhana sampai yang  rumit. Bagaimana cara menyikapi masalah yang muncul tersebut? Dalam surat Al Insyirah, Allah memberikan pesan-pesan dan ajaran bagaimana cara yang paling baik dalam menghadapi masalah. Bagaimana pula sikap orang yang telah dapat menyelesaikan masalah dengan baik ? Berikut ini isi pesan dan ajaran dari surat Al Insyirah tersebut, yaitu :
1.        Allah SWT mengingatkan kepada manusia bahwa Dia telah memberikan nikmat yang jumlahnya tiada terhitung. Hanya saja kebanyakan manusia tidak menyadari atau lupa ketika mendapat nikmat. Sebaliknya, kalau mendapatkan sedikit kesulitan saja atau masalah dia pasti menyadarinya, bahkan tak henti-hentinya mengeluh. Tahukah kamu bahwa ketika sedang mengeluh kita lupa bahwa seakan-akan kita tak pernah mendapatkan nikmat.
2.        Setiap masalah pasti ada penyelesaiannya, setiap kesulitan tentu ada jalan keluarnya. Oleh karenanya kita diperintahkan untuk terus berusaha mencari jalan keluar yang paling baik ketika mendapatkan masalah. Kita dilarang berputus asa, misalnya ketika ada masalah malah melakukan tindakan yang menyakiti diri sendiri seperti merokok, mengkonsumsi narkoba sebagai pelampiasan masalah, atau bahkan sampai bunuh diri. Hal ini tidak menyelesaikan masalah, malahan menambah masalah. Bagaimana cara terbaik yang harus dilakukan? Caranya adalah dengan berzikir, beribadah, introspeksi diri, apa yang masih kurang, mohon ampun kepada Allah SWT danmemohon agar segera ditunjukkan jalan keluarnya.
3.        Ketika telah selesai menyelesaikan suatu pekerjaan, maka dengan segera lakukanlah pekerjaan yang lain. Hal ini mengisyaratkan bahwa kita diperintahkan untuk menjadi umat yang rajin bekerja dan kreatif, tidak menjadi umat yang pemalas. Contoh orang yang malas adalah baru mau bekerja kalau sudah tidak mempunyai uang. Sikap mental semacam ini tidak dikehendaki oleh Allah SWT. Kita diperintahkan untuk bekerja keras, tekun, gigih, dan ulet, sehinga tidak hidup kekurangan, bahkan kalau bisa membantu orang lain.
Sukses atau tidaknya suatu pekerjaan ditentukan oleh sejauh mana semangat seseorang dalam berusaha. Selain itu kita juga diperintahkan untuk berserah diri kepada Allah, karena Dialah Yang Maha Kuasa dan menentukan segalanya. Jangan cepat puas dan menyombongkan diri ketika sukses, dan  jangan cepat menyerah ketika menemui kendala. Sebaliknya, kita diajarkan untuk bersyukur ketika sukses, dan tetap sabar ketika menemui rintangan.

Materi IPS Geografi Kelas 9 Smpn 5 Lumajang ( Pola Dan Bentuk-bentuk Muka Bumi

A.    Pola dan Variasi Bentuk Muka Bumi


Variasi bentuk muka bumi disebabkan oleh tenaga pengubah permukaan bumi, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.
  1. Tenaga endogen adalah tenaga yang muncul dari dalam bumi. Terdiri dari tenaga tektonik, vulkanik dan gempa bumi.

a.    Tenaga Tektonik
Tenga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya pergeseran (dislokasi) dan perubahan batuan baik secara horizontal (berupa lipatan) maupun vertikal (berupa patahan). Tenaga tektonik dibedakan menjadi tenaga orogenetik dan tenaga epirogenetik. Tenaga orogenetik adalah tenaga dari dalam bumi yang berlangsung dalam waktu relatif singkat dan meliputi wilayah yang relatif sempit. Sedangkan tenaga epirogenetik adalah tenaga dari dalam bumi yang berlangsung dalam waktu relatif lama dan meliputi wilayah yang relatif luas.
Tenaga orogenetik menyebabkan terbentuknya dua gugusan pegunungan lipatan muda, yaitu sistem pegunungan Sirkum Mediterania dan Pegunungan Sirkum Pasifik pada zaman tersier. Kedua rangkaian pegunungan tersebut bertemu di Indonesia.
1).   Rangkaian Pegunungan Sirkum Mediterania. Merupakan  jalur pegunungan yang sangat panjang dimulai dari pegunungan Alpen di Eropa menyambung dengan pegunungan Himalaya di Asia Tengah yang akhirnya masuk ke wilayah Indonesia.
2).   Pegunungan Sirkum Pasifik. Dimulai dari Amerika Selatan, menyambung dengan Pegunungan Rocky di Amerika Utara, rangkaian pegunungan di Jepang, Korea, Filipina sampai akhirnya masuk ke kepulauan Indonesia melalui Pulau Sangihe dan Kepulauan Talaud di Sulawesi.

b.    Tenaga Vulkanik
Tenaga vulkanik adalah tenaga yang menyebabkan keluarnya magma dari perut bumi. Magma yang sampai ke permukaan bumi disebut lava.
Peristiwa keluarnya magma hingga ke permukaan bumi disebut erupsi. Berdasarkan tipe erupsinya gunung api dapat dibedakan menjadi tiga; 1). gunung api tunggal, yang terbentuk oleh erupsi sesuai dengan yang terjadi hanya pada satu tempat, 2). gunung api linier merupakan beberapa gunung api yang berderet dalam satu garis, dan 3). gunung api berkelompok, yaitu terbentuk dari gunung api tunggal yang mendapat tambahan letusan di lereng gunung dan membentuk gunung api baru sehingga timbul kelompok gunung api.

c.    Gempa Bumi
Adalah peristiwa bergetarnya lapisan bumi sebagai akibat adanya pergeseran lapisan kulit bumi. Pada umumnya gempa bumi terjadi di sepanjang patahan, baik di darat maupun di laut. Pusat gempa disebut hiposentrum. Sedangkan daerah di permukaan bumi yang dekat dengan pusat gempa, seolah-olah di sinilah sumber terjadinya gempa disebut episentrum.

  1. Tenaga Eksogen, adalah tenaga yang berasal dari luar bumi yang mengakibatkan kerusakan atau perombakan muka bumi. Tenaga eksogen dapat berupa :

a.    Pelapukan
Adalah proses penghancuran kulit bumi karena pengaruh cuaca, air, atau organisma. Pelapukan dibedakan menjadi pelapukan organis, mekanis dan kimia.

b.    Pengikisan (Erosi)
Merupakan penghancuran kulit bumi yang disebabkan oleh air, es, atau angin.
1).      Erosi oleh air sungai.
Pengikisan oleh air sungai terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan terbentuknya lembah berbentuk V, jurang atau ngarai, riam, dan air terjun.
v Lembah berbentuk V, aliran air yang cepat menyebabkan terjadinya erosi dasar sungai (erosi vertical) maupun ke samping (horizontal). Contoh : Lembah Anai, Ngarai Sihanok, dan Grand Canyon di Amerika Serikat.
v Jurang atau ngarai, terjadi karena pengikisan (erosi) vertikal berlangsung lebih cepat dibandingkan erosi horizontal. Hal ini dipengaruhi karena batuan di kanan dan kiri jauh lebih resisten dibandingkan batuan di bagian bawah.
v Air terjun, terjadi karena pengikisan (erosi) vertikal berlangsung lebih cepat dibandingkan erosi horizontal. Proses pengikisan menyebabkan  perbedaan ketinggian yang cukup besar antara batuan yang resisten dengan batuan tidak resisten. Sehingga air jatuh dari atas ketinggian dan membentuk air terjun.

2).      Erosi oleh angin
Banyak terjadi di daerah gurun atau daerah yang beriklim kering. Angin bersama pasir mengikir batu-batuan yang dilaluinya sehingga membentuk batu cendawan. Contohnya tanah Loss di Cina Utara (Gurun Gobi) yang memiliki tebal 600 m.
 
3).      Erosi oleh es atau gletser
Terjadi di daerah pegunungan yang sebagian wilayahnya  ditutupi lapisan es (gletser). Pengikisan terjadi di daerah yang memiliki empat musim. Pada musim semi lapisan es mencair dan meluncur menuruni lembah sehingga tanah dan batuan ikut terkikis/terbawa aliran es. Hal ini mengakibatkan terbentuknya lereng yang lebih terjal. Bentang alam yang terbentuk oleh erosi gletser adalah fyord.

c.    Pengendapan (Sedimentasi)
Materi hasil erosi akan diendapkan setelah menempuh jarak tertentu.
1).   Pengendapan oleh air
v Meander adalah sungai yang berkelok-kelok yang terjadi karena pengendapan. Meander biasanya terjadi di sungai bagian hilir, dimana pengikisan dan pengendapan terjadi berturut-turut.  Pengendapan yang terjadi terus-menerus dapat menimbulkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari seluruh sungai sehingga membentuk oxbow lake (kali mati).

v Dataran banjir dan tanggul alam.
Dataran banjir adalah dataran di tepi sungai yang terjadi akibat meluapnya volume air sungai ketika hujan.
Tanggul alam  terjadi karena endapan/timbunan material kasar oleh air sungai yang mengakibatkan bagian tepi sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir.

2).   Pengendapan oleh air laut
Arus pantai mengangkut material dari sepanjang pantai. Setelah sekian lama terdapat akumulasi material di atas permukaan laut yang disebut spit. Spit semakin lama akan semakin memanjang dan membentuk penghalang pantai (barrier beach). Barrier beach yang tersambung dengan daratan disebut tombolo.

3).   Pengendapan oleh gletser
Objek geografi yang terbentuk akibat pengendapan oleh gletser adalah lembah yang semula berbentuk V menjadi U. Pada musim semi terjadi pengikisan oleh gletser membawa batuan atau tanah yang kemudian mengendap di lembah. Akibatnya lembah yang semula semula berbentuk V menjadi U.

B.     Pola dan Kenampakan Muka Bumi pada Peta
 1.     Pengertian Peta
Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi, baik perwujudan, letak, maupun data yang dilukiskan pada bidang datar dengan skala tertentu. Simbol peta adalah gambar pengganti kenampakan-kenampakan di permukaan bumi yang dipergunakan dalam suatu peta.

2.     Bentuk-bentuk Muka Bumi pada Peta
a.    Bentang alam
Bentang alam adalah kenampakan muka bumi yang terjadi karena faktor alamiah. Contoh bentang alam adalah gunung/pegunungan, bukit, sungai, danau, laut, daratan, hutan, rawa dan lain-lain.

b.    Bentang Budaya
Bentang budaya adalah kenampakan muka bumi yang terjadi sebagai akibat perpaduan antara faktor alamiah dan campur tangan manusia. Di sinilah fungsi manusia sebagai pengelola alam semesta atau dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah khalifah fil ardh. Contoh bentang budaya adalah PLTA, jalan raya, jembatan, bandara, pelabuhan, PLTA, rel kereta api, hutan kota dan lain-lain.

3.      Penampang Melintang Muka Bumi di Daratan / Relief Daratan
Permukaan bumi mempunyai berbagai macam bentuk dan ukuran. Setiap bentuk memiliki pola kontur yang berbeda. Garis kontur terdapat pada peta topografi, yaitu peta yang memberikan gambaran tentang tinggi rendahnya muka bumi berdasarkan reliefnya. Relief adalah perbedaan tinggi rendah permukaan bumi. Perbedaan relief muka bumi di satu wilayah dengan wilayah lainnya ditunjukkan dengan garis kontur. Garis kontur, adalah    adalah garis khayal yang menunjukkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian yang sama.

a.      Dataran Rendah, yaitu dataran yang tingginya 0 s.d. 200 m dpl. Dataran rendah di Indonesia umumnya merupakan dataran rendah aluvial; seperti lumpur, pasir, dan kerikil.
ü  Dataran Aluvial, yaitu dataran yang terbentuk dari hasil sedimentasi (pengendapan) yang berasal dari dari sungai yang menuju ke arah pantai yang berhadapan dengan laut dangkal.
ü  Dataran Delta, yaitu dataran rendah yang terjadi karena sungai mengendap dari hasil pelapukan di muara.
ü  Dataran Banjir, yaitu dataran yang tergenang air apabila sungai mengalami banjir. Dan kembali kering ketika musim kemarau tiba.

b.      Dataran Tinggi (Plateu), yaitu dataran yang terletak di antara gunung-gunung yang tingginya antara 200 s.d. 300 m dpl.
c.      Dataran Pantai, yaitu dataran yang terletak pada perbatasan anatara daratan dan lautan.
d.     Gunung, yaitu bentuk permukaan bumi yang menonjol tinggi dan terdiri dari puncak, lereng dan kaki.
e.      Pegunungan, yaitu rangkaian dari gunung-gunung yang mempunyai ketinggian yang berbeda-beda.
f.       Lembah, yaitu daratan yang panjang dan dialiri oleh sebuah sungai.
g.      Bukit, yaitu jenis pegunungan yang tingginya antara 200 s.d. 300 m dpl. Sedangkan perbukitan adalah deretan dari bukit-bukit yang memanjang.
h.     Tanah Depresi, yaitu suatu daratan yang permukaannya lebih rendah daripada permukaan air laut.
i.        Rawa, yaitu dataran rendah yang selalu digenangi air dan biasanya ditumbuhi tumbuhan air.

4.      Penampang Melintang Muka Bumi di Laut / Relief Lautan
Menurut  kedalamannya,  laut dibagi dalam beberapa zone, yaitu sebagai berikut :
a.         Zone litoral, yaitu pesisir merupakan dareah antara garis air surut dengan garis air pasang.
b.         Zone neritik, yaitu merupakan wilayah laut dengan kedalaman antara 0 – 200 m dpl.
c.         Zone bathyal, yaitu merupakan wilayah laut dengan kedalaman antara 200 – 1.000 m dpl.
d.        Zone abyssal, yaitu merupakan wilayah laut dengan kedalaman lebih dari 1.000 m dpl. Laut dengan kedalaman ini terdapat pada palung laut dan lubuk laut.
Berikut ini merupakan kenampakan yang ada di dasar laut.
a.         Pulau gunung api, yaitu gunung api yang kakinya bermula di dasar laut dan puncaknya muncul di atas permukaan laut. Misalnya gunung krakatau.
b.         Ambang Laut, yaitu ambang yang memisahkan dua laut yang dalam, contohnya ambang Gibraltar.
c.         Lubuk Laut, yaitu laut dalam yang melebar (trog), contohnya Trog Banda dan Jawa.
d.        Gunung Laut, (seamount) adalah gunung yang ada di dasar laut yang merupakan gunung api yang puncaknya tidak sampai di permukaan. Guyot adalah gunung api laut bagian paling atasnya datar.
e.         Atol, merupakan pulau yang sebagian wilayahnya tenggelam di bawah permukaan air. Batuan di sini ditandai terumbu karang dengan berbentuk cincin.
f.          Trench, (palung) yaitu ngarai dasar laut yang sempit, dalam, dan panjang, contohnya Palung Jawa.
g.         Continental shelf merupakan bagian dasar laut yang berbatasan langsung dengan benua dengan kedalaman umumnya kurang dari 200 m dpl.
h.        Continental slope merupakan bagian lereng submarine yang berbatasan dengan Continental shelf dengan kedalaman antara 200 – 2.500 m dpl.
i.           Continental rise merupakan bagian dari continental slope di dasar laut.
j.           Punggung laut atau pematang tengah samudera (mid ocean ridge) adalah pegunungan besar dan sangat panjang yang ada di tengah samudera.

Materi IPS Sejarah Kelas 9 Smpn 5 Lumajang ( Perjuangan Indonesia Merebut Irian Barat )

Perjuangan diplomasi dan pendekatan diplomasi 



 
a. Perundingan Bilateral Indonesia Belanda
Pada tanggal 24 Maret 1950 diselenggarakan Konferensi Tingkat Menteri Uni Belanda - Indonesia. Konferensi memutuskan untuk membentuk suatu komisi yang anggotanya wakil-wakil Indonesia dan Belanda untuk menyelidiki masalah Irian Barat. Hasil kerja Komisi ini harus dilaporkan dalam Konferensi Tingkat Menteri II di Den Haag pada bulan Desember 1950. Ternyata pembicaraan dalam tingkat ini tidak menghasilkan penyelesaian masalah Irian Barat.


Pertemuan Bilateral Indonesia Belanda berturut-turut diadakan pada tahun 1952 dan 1954, namun hasilnya tetap sama, yaitu Belanda enggan mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia sesuai hasil KMB.
b. Melalui Forum PBB
Setelah perundingan bilateral yang dilaksanakan pada tahun 1950, 1952 dan 1954 mengalami kegagalan, Indonesia berupaya mengajukan masalah Irian Barat dalam forum PBB. Sidang Umum PBB yang pertama kali membahas masalah Irian Barat dilaksanakan tanggal 10 Desember 1954. Sidang ini gagal untuk mendapatkan 2/3 suara dukungan yang diperlukan untuk mendesak Belanda.
Indonesia secara bertrurut turut mengajukan lagi sengketa Irian Barat dalam Majelis Umum X tahun 1955, Majelis Umum XI tahun 1956, dan Majelis Umum XII tahun 1957. Tetapi hasil pemungutan suara yang diperoleh tidak dapat memperoleh 2/3 suara yang diperlukan.
c. Dukungan Negara Negara Asia Afrika (KAA)
Gagal melalui cara bilateral, Indonesia juga menempuh jalur diplomasi secara regional dengan mencari dukungan dari negara-negara Asia Afrika. Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Indonesia tahun 1955 dan dihadiri oleh 29 negara-negara di kawasan Asia Afrika, secara bulat mendukung upaya bangsa Indonesia untuk memperoleh kembali Irian sebagai wilayah yang sah dari RI.
Namun suara bangsa-bangsa Asia Afrika di dalam forum PBB tetap tidak dapat menarik dukungan internasional dalam sidang Majelis Umum PBB.
3. Perjuangan dengan konfrontasi politik dan ekonomi
Kegagalan pemerintah Indonesia untuk mengembalikan Irian Barat baik secara bilateral, Forum PBB dan dukungan Asia Afrika, membuat pemerintah RI menempuh jalan lain pengembalian Irian Barat, yaitu jalur konfrontasi. Berikut ini adalah upaya Indonesia mengembalikan Irian melalui jalur konfrontasi, yang dilakukan secara bertahap.
a. Pembatalan Uni Indonesia Belanda
Setelah menempuh jalur diplomasi sejak tahun 1950, 1952 dan 1954, serta melalui forum PBB tahun 1954 gagal untuk mengembalikan Irian Barat kedalam pangkuan RI, pemerintah RI mulai bertindak tegas dengan tidak lagi mengakui Uni Belanda Indonesia yang dibentuk berdasarkan KMB. Ini berarti bahwa pembatalan Uni Belanda Indonesia secara sepihak oleh pemerintah RI berarti juga merupakan bentuk pembatalan terhadap isi KMB. Tindakan pemerintah RI ini juga didukung oleh kalangan masyarakat luas, partai-partai dan berbagai organisasi politik, yang menganggap bahwa kemerdekaan RI belum lengkap / sempurna selama Indonesia masih menjadi anggota UNI yang dikepalai oleh Ratu Belanda.
Pada tanggal 3 Mei 1956 Indonesia membatalkan hubungan Indonesia Belanda, berdasarkan perjanjian KMB. Pembatalan ini dilakukan dengan Undang Undang No. 13 tahun 1956 yang menyatakan, bahwa untuk selanjutnya hubungan Indonesia Belanda adalah hubungan yang lazim antara negara yang berdaulat penuh, berdasarkan hukum internasional. Sementara itu hubungan antara kedua negara semakin memburuk, karena :
1. terlibatnya orang-orang Belanda dalam berbagai pergolakan di Indonesia (APRA, Andi Azis, RMS)
2. Belanda tetap tidak mau menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia.
b. Pembentukan Pemerintahan Sementara Propinsi Irian Barat di Soasiu (Maluku Utara)
Sesuai dengan Program Kerja Kabinet, Ali Sastroamidjojo membentuk Propinsi Irian Barat dengan ibu kota Soasiu (Tidore). Pembentukan propinsi itu diresmikan tanggal 17 Agustus 1956. Propinsi ini meliputi wilayah Irian Barat yang masih diduduki Belanda dan daerah Tidore, Oba, Weda, Patrani, serta Wasile di Maluku Utara.


c. Pemogokan Total Buruh Indonesia
Sepuluh tahun menempuh jalan damai, tidak menghasilkan apapun. Karena itu, pada tanggal 18 Nopember 1957 dilancarkan aksi-aksi pembebasan Irian Barat di seluruh tanah air. Dalam rapat umum yang diadakan hari itu, segera diikuti pemogokan total oleh buruh-buruh yang bekerja pada perusahaan-perusahaan milik Belanda pada tanggal 2 Desember 1957. Pada hari itu juga pemerintah RI mengeluarkan larangan bagi beredarnya semua terbitan dan film yang menggunakan bahasa Belanda. Kemudian KLM dilarang mendarat dan terbang di seluruh wilayah Indonesia.
d. Nasionalisasi Perusahaan Milik Belanda
Pada tanggal 3 Desember 1957 semua kegiatan perwakilan konsuler Belanda di Indonesia diminta untuk dihentikan. Kemudian terjadi serentetan aksi pengambil alihan modal perusahaan-perusahaan milik Belanda di Indonesia, yang semula dilakukan secara spontan oleh rakyat dan buruh yang bekerja pada perusahaan-perusahaan Belanda ini. Namun kemudian ditampung dan dilakukan secara teratur oleh pemerintah. Pengambilalihan modal perusahaan perusahaan milik Belanda tersebut oleh pemerintah kemudian diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 1958.
e. Pemutusan Hubungan Diplomatik
Hubungan diplomatik Indonesia – Belanda bertambah tegang dan mencapai puncaknya ketika pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda. Dalam pidato Presiden yang berjudul ”Jalan Revolusi Kita Bagaikan Malaikat Turun Dari Langit (Jarek)” pada peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 15, tanggal 17 Agustus 1960, presiden memaklumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Belanda.
Tindakan ini merupakan reaksi atas sikap Belanda yang dianggap tidak menghendaki penyelesaian secara damai pengembalian Irian Barat kepada Indonesia. Bahkan, menjelang bulan Agustus 1960, Belanda mengirimkan kapal induk ” Karel Doorman ke Irian melalui Jepang. Disamping meningkatkan armada lautnya, Belanda juga memperkuat armada udaranya dan angkutan darat nya di Irian Barat.
Karena itulah pemerintah RI mulai menyusun kekuatan bersenjatanya untuk mempersiapkan segala sesuatu kemungkinan. Konfrontasi militer pun dimulai.
4. Tri Komando Rakyat
a. Tri Komando Rakyat
Dalam pidatonya ”Membangun Dunia Kembali” di forum PBB tanggal 30 September 1960, Presiden Soekarno berujar, ”......Kami telah mengadakan perundingan-perundingan bilateral......harapan lenyap, kesadaran hilang, bahkan toleransi pu n mencapai batasnya. Semuanya itu telah habis dan Belanda tidak memberikan alternatif lainnya, kecuali memperkeras sikap kami.”
Tindakan konfrontasi politik dan ekonomi yang dilancarkan Indonesia ternyata belum mampu memaksa Belanda untuk menyerahkan Irian Barat. Pada bulan April 1961 Belanda membentuk Dewan Papua, bahkan dalam Sidang umum PBB September 1961, Belanda mengumumkan berdirinya Negara Papua. Untuk mempertegas keberadaan Negara Papua, Belanda mendatangkan kapal induk ”Karel Doorman” ke Irian Barat.
Terdesak oleh persiapan perang Indonesia itu, Belanda dalam sidang Majelis Umum PBB XVI tahun 1961 mengajukan usulan dekolonisasi di Irian Barat, yang dikenal dengan ”Rencana Luns”.
menanggapi rencana licik Belanda tersebut, pada tanggal 19 Desember 1961 bertempat di Yogyakarta, Presiden Soekarno mengumumkan TRIKORA dalam rapat raksasa di alun alun utara Yogyakarta, yang isinya :
1. Gagalkan berdirinya negara Boneka Papua bentukan Belanda
2. Kibarkan sang Merah Putih di irtian Jaya tanah air Indonesia
3. Bersiap melaksanakan mobilisasi umum
b. Pembentukan Komando Mandala Pembebasan Irian Barat



 
Sebagai langkah pertama pelaksanaan Trikora adalah pembentukan suatu komando operasi, yang diberi nama ”Komando Mandala Pembebasan Irian Barat”. Sebagai panglima komando adalah Brigjend. Soeharto yang kermudian pangkatnya dinaikkan menjadi Mayor Jenderal.
Panglima Komando : Mayjend. Soeharto
Wakil Panglima I : Kolonel Laut Subono
Wakil Panglima II : Kolonel Udara Leo Wattimena
Kepala Staf Gabungan : Kolonel Ahmad Tahir
Komando Mandala yang bermarkas di Makasar ini mempunyai dua tujuan :
1. merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan operasi militer untuk mengembalikan Irian barat ke dalam kekuasaan Republik Indonesia
2. mengembangkan situasi militer di wilayah Irian barat sesuai dengan perkembangan perjuangan di bidang diplomasi supaya dalam waktu singkat diciptakan daerah daerah bebas de facto atau unsur pemerintah RI di wilayah Irian Barat
Dalam upaya melaksanakan tujuan tersebut, Komando Mandala membuat strategi dengan membagi operasi pembebasan Irian Barat menjadi tiga fase, yaitu :
1. Fase infiltrasi
Dimulai pada awal Januari tahun 1962 sampai dengan akhir tahun 1962, dengan memasukkan 10 kompi ke sekitar sasaaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto.
2. Fase Eksploitasi
Dimulai pada awal Januari 1964 sampai dengan akhir tahun 1963, dengan mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan, menduduki semua pos pertahanan musuh yang penting.
3. Fase Konsolidasi
Dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 1964, dengan menegakkan kekuasaan RI secara mutlak di seluruh Irian Barat.


Sebelum Komando mandala bekerja aktif, unsur militer yang tergabung dalam Motor Boat Torpedo (MTB) telah melakukan penyusupan ke Irian Barat. Namun kedatangan pasukan ini diketahui oleh Belanda, sehingga pecah pertempuran di Laut Arafura. Dalam pertempuran yang sangat dahsyat ini, MTB Macan Tutul berhasil ditenggelamkan oleh Belanda dan mengakibatkan gugurnya komandan MTB Macan Tutul Yoshafat Sudarso (Pahlawan Trikora)
Sementara itu Presiden Amerika Serikat yang baru saja terpilih John Fitzgerald Kennedy merasa risau dengan perkembangan yang terjadi di Irian Barat. Dukungan Uni Soviet ( PM. Nikita Kruschev ) kepada perjuangan RI untuk mengembalikan Irian Barat dari tangan Belanda, menimbulkan terjadinya ketegangan politik dunia, terutama pada pihak Sekutu (NATO) pimpinan Amerika Serikat yang semula sangat mendukung Belanda sebagai anggota sekutunya. Apabila Uni Soviet telah terlibat dan Indonesia terpengaruh kelompok ini, maka akan sangat membahayakan posisi Amerika Serikat di Asia dan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah Pasifik Barat Daya. Apabila pecah perang Indonesia dengan Belanda maka Amerika akan berada dalam posisi yang sulit. Amerika Serikat sebagai sekutu Belanda akan di cap sebagai negara pendukung penjajah dan Indonesia akan jatuh dalam pengaruh Uni Soviet.
Untuk itu, dengan meminjam tangan Sekjend PBB U Than, Kennedy mengirimkan diplomatnya yang bernama Elsworth Bunker untuk mengadakan pendekatan kepada Indonesia – Belanda.
Sesuai dengan tugas dari Sekjend PBB ( U Than ), Elsworth Bunker pun mengadakan penelitian masalah ini, dan mengajukan usulan yang dikenal dengan ”Proposal Bunker”. Adapun isi Proposal Bunker tersebut adalah sebagai berikut :
”Belanda harus menyerahkan kedaulatan atas Irian barat kepada Indonesia melalui PBB dalam jangka waktu paling lambat dua tahun”
Usulan ini menimbulkan reaksi :
1. Dari Indonesia : meminta supaya waktu penyerahan diperpendek
2. Dari Belanda : setuju melalui PBB, tetapi tetap diserahkan kepada Negara Papua Merdeka
c. Operasi Jaya Wijaya




Pelaksanaan Operasi
1. Maret - Agustus 1962 dilancarkan operasi pendaratan melalui laut dan udara
2. Rencana serangan terbuka untuk merebut Irian Barat sebagai suatu operasi penentuan, yang diberi nama Operasi Jaya wijaya”. Pelaksanaan operasi adalah sebagai berikut :
a. Angkatan Laut Mandala dipimpin oleh Kolonel Soedomo membentuk tugas amphibi 17, terdiri dari 7 gugus tugas
b. Angkatan Udara Mandala membentuk enam kesatuan tempur baru.
Sementara itu sebelum operasi Jayawijaya dilaksanakan, diadakan perundingan di Markas Besar PBB pada tanggal 15 Agustus 1962, yang menghasilkan suatu resolusi penghentian tembak menembak pada tanggal 18 Agustus 1962.
5. Persetujuan New York [ New York Agreement ]
Setelah operasi-operasi infiltrasi mulai mengepung beberapa kota penting di Irian Barat, sadarlah Belanda dan sekutu-sekutunya, bahwa Indonesia tidak main-main untuk merebut kembali Irian Barat. Atas desakan Amerika Serikat, Belanda bersedia menyerahkan irian Barat kepada Indonesia melalui Persetujuan New York / New York Agreement.
Isi Pokok persetujuan :
1. Paling lambat 1 Oktober 1962 pemerintahan sementara PBB (UNTEA) akan menerima serah terima pemerintahan dari tangan Belanda dan sejak saat itu bendera merah putih diperbolehkan berkibar di Irian Barat..
2. Pada tanggal 31 Desember 11962 bendera merah putih berkibar disamping bendera PBB.
3. Pemulangan anggota anggota sipil dan militer Belanda sudah harus selesai tanggal 1 Mei 1963
4. Selambat lambatnya tanggal 1 Mei 1963 pemerintah RI secara resmi menerima penyerahan pemerintahan Irian Barat dari tangan PBB
5. Indonesia harus menerima kewajiban untuk mengadakan Penentuan Pendapat rakyat di Irian Barat, paling lambat sebelum akhir tahun 1969.
Sesuai dengan perjanjian New York, pada tanggal 1 Mei 1963 berlangsung upacara serah terima Irian Barat dari UNTEA kepada pemerintah RI. Upacara berlangsung di Hollandia (Jayapura). Dalam peristiwa itu bendera PBB diturunkan dan berkibarlah merah putih yang menandai resminya Irian Barat menjadi propinsi ke 26. Nama Irian Barat diubah menjadi Irian Jaya ( sekarang Papua )
6. Arti penting Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)
Sebagai salah satu kewajiban pemerintah Republik Indonesia menurut persetujuan New York, adalah pemerintah RI harus mengadakan penentuan pendapat rakyat di Irian Barat paling lambat akhir tahun 1969. pepera ini untuk menentukan apakah rakyat Irian Barat memilih, ikut RI atau merdeka sendiri. Penentuan pendapat Rakyat akhirnya dilaksanakan pada tanggal 24 Maret sampai dengan 4 Agustus 1969.Mereka diberi dua opsi, yaitu : bergabung dengan RI atau merdeka sendiri.
Setelah Pepera dilaksanakan, Dewan Musyawarah Pepera mengumumkan bahwa rakyat Irian dengan suara bulat memutuskan Irian Jaya tetap merupakan bagian dari Republik Indoenesia. Hasil ini dibawa Duta Besar Ortiz Sanz untuk dilaporkan dalam sidang umum PBB ke 24 bulan Nopember 1969. Sejak saat itu secara de yure Irian Jaya sah menjadi milik RI.

Dengan menganalisa fakta-fakta pembebasan Irian Barat sampai kemudian dilaksanakan Pepera, dapat diambil kesimpulan bahwa Pepera mempunyai arti yang sangat penting bagi pemerintah Indonesia, yaitu :
1. bukti bahwa pemerintah Indonesia dengan merebut Irian Barat melalui konfrontasi bukan merupakan sebuah tindakan aneksasi / penjajahan kepada bangsa lain, karena secara sah dipandang dari segi de facto dan de jure Irian Barat merupakan bagian dari wilayah RI
2. upaya keras pemerintah Ri merebut kembali Irian Barat bukan merupakan tindakan sepihak, tetapi juga mendapat dukungan dari masyarakat Irian Barat. Terbukti hasil Pepera menyatakan rakyat Irian ingin bergabung dengan Republik Indonesia.

Template by:

Free Blog Templates